Nick Dandolos : Penjudi Profesional Legendaris Asal Yunani



Nick Dandolos, merupakan sedikit diantara para penjudi yang dianggap berhasil atau sukses. Memiliki keahlian dalam permainan taruhan pacuan kuda dan Poker, Dandolos hidup pada awal dan pertengahan tahun 1900-an. Oleh mereka yang mengenalnya, Dandolos dipanggil dengan sebutan Nick the Greek dan reputasinya telah menyebar keseluruh seantero Eropa sebagai petaruh kelas dunia. Atas reputasinya tersebut, Nick Dandolos telah menjadi salah satu petaruh yang berada dalam daftar Poker Hall of Fame pada tahun 1979, hampir 30 tahun setelah kematiannya. 

“I play for the risk, not for the money. A trout fisherman fishes for sport, not for meat. This attitude creates mystery in the mind of the opposition. Nobody wants to put a mystery out of action. They want to see how it comes out.”

Awal Mula

Nick Dandolos lahir di Crete, Yunani pada akhir tahun 1800-an. Dia dilahirkan dari keluarga yang mapan dan menjunjung tinggi pendidikan. Sedari usia muda, dirinya telah dipaksa oleh orang tuanya untuk belajar banyak bahasa dan selalu mengingat metode apapun pekerjaannya. Di masa remaja, dirinya tertarik pada pendidikan filsafat yang membawanya meraih gelar bachelor degree dibidang Philosophi. Berkat inilah kelak dirinya mendapatkan julukan yang lainnya sebagai " The Aristotle of the Don't Pass Line " 

Pengaruh terbesar dalam hidupnya, didapatkan dari kakeknya yang amat menyayangi dirinya. Pada saat usianya 18 tahun, kakeknya pulalah yang mendukung penuh rencananya untuk bermigrasi ke Amerika Serikat. Kakeknya selalu rutin mengirimkan uang senilai $150 / bulan yang berguna sebagai pembayaran tempat tinggal dan makan selama tinggal di Amerika Serikat. Kakeknya sangat berharap, agar suatu saat setelah terbiasa di AS, Nick akan menemukan kesuksesan. 

Sedikit pun tak pernah terselip di benak kakeknya, kalau Nick Dandolos tidak akan pernah menjadi seorang bisnismen atau bahkan tidak akan pernah kembali kenegara asalnya. Nick menghabiskan beberapa tahun di Chicago bekerja paruh waktu dan kesulitan untuk bertahan hidup. Dirinya kemudian memutuskan untuk pindah ke Montreal, Kanada, tempat dimana kehidupannya berubah selamanya....

Membentuk Kerjasama



Di Montreal, Judi Pacuan kuda dan Maxbet Online merupakan yang paling populer dibandingkan yang lainnya. Dan apabila anda berkunjung ke Montreal, hampir bisa dipastikan anda tidak akan bermain permainan ini. Akibat banyaknya promosi dan iklan-iklan menarik tentang pacuan kuda diberbagai sudut kota. Begitu pula dengan Nick yang langsung mendatangani lapangan pertandingan pacuan kuda setelah sampai di Montreal. Untuk pertama kalinya berada di daerah itu, Nick merasa adrenalinnya turut naik hanya dengan menontonnya saja. Tak lama, Nick berkenalan dengan Phil Musgrave, seorang Jokey ( penunggang kuda ) terkenal di Kanada. Dari Phil Musgrave lah Nick mengenal tentang tata cara dan cara bermain taruhan kuda.

Tak butuh waktu lama bagi Nick untuk mempelajarinya dan menjadi petaruh yang sangat ahli dalam taruhan pacuan kuda. Berbekal pelajaran matematika yang didapatkannya ketika sekolah di Yunani, dirinya dengan cepat pula mampu mengkalkulasikan seluruh odds serta hasil kemenangan yang akan diraihnya dalam bermain. Taruhan pertamanya dimulai berbekal uang kiriman dari kakeknya di Yunani yang sebesar $150.

Nick dan Phil akhirnya bekerjasama, bertaruh atas nama taruhan yang berbeda untuk menghasilkan kemenangan dalam setiap taruhan yang ada. Kurang dari setahun keduanya telah menghasilkan pendapatan yang cukup besar, lebih dari setengah juta dollar, yang membuat orang-orang percaya kalau keduanya menggunakan sistem yang curang untuk memenangkan taruhan. 

Agar membuat nama dan reputasinya kembali baik dan agar Phil Musgrave tidak kehilangan pekerjaannya sebagai Jockey, kerjasama keduanya akhirnya berakhir dan keuntungan yang diperoleh dibagi dua. Saat ini Nick telah tumbuh menjadi seorang penjudi profesional dan memiliki gairah yang besar pada bidang itu, dia pun tak menginginkan untuk menyudahinya dan mengaku telah menjadi bagian hidupnya. 

Nick pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat, mengunjungi casino demi casino di Amerika. Akhirnya Nick memutuskan untuk menetap dan bermain di Illinois, New Orleans, New York dan tentu saja berada di Nevada yang merupakan pusat judi di dunia. Pertama sekali tujuannya adalah casino-casino di Las Vegas. Terlebih dahulu sebelum berjudi dia memutuskan untuk mempelajari sistem dan menganalisanya dengan mendalam. Seluruh kemungkinan dan peluang untuk menang serta odds nya dipelajarinya dengan tekun. Dengan metode yang rapi dan tersusun secara sistematis membantunya meraih berbagai keberuntungan dalam bermain judi, namun keberuntungan terkadang tidak selalu menghampiri dirinya... seperti pada suatu saat...

Rentetan Kesialan



Salah satu Quote terkenal dari Nick Dandolos adalah " The next best thing to playing and winning is playing and losing.” Selalu menyadari bahwa resiko kekalahan akan terus ada selama bermain judi dan mengerti esensi dari permainan ini yang selalu meningkatkan adrenalin merupakan esensi dari permainan ini. Nick sangat sadar sepenuhnya bahwa dirinya bisa dan akan menelan kekalahan dalam jumlah besar suatu saat, dan memang benar hal itu terjadi walaupun kejadian itu sangat jarang dialaminya dalam hidup.

Kekalahannya yang pertama terjadi pada tahun 1949 dan kekalahannya ketika itu terjadi atas sesama petaruh terkenal, Johnny Moss. Duel taruhan keduanya terjadi berkat dukungan dari Benny Binion, dimana akhirnya keduanya baik Nick maupun Johnny sepakat untuk melangsungkan permainan secara langsung ditonton oleh khalayak ramai. Permainan keduanya yang berlangsung dalam permainan Poker menjadi inspirasi bagi kejuaraan World Series Poker yang akhirnya dimulai 20 tahun setelah berlangsungnya duel antara Nick Dandolos melawan Johnny Moss.

Sayangnya dalam duel ini, Nick menelan kekalahan cukup besar, mencapai sekitar $2 juta yang berpengaruh cukup besar bagi kondisi keuangannya ketika itu. 

Salah satu permainan kartu yang digemari oleh Nick Dandolos selain Poker adalah FARO. Mungkin diantara kita tidak mengenal permainan ini. Permainan ini merupakan permainan kartu dari dunia barat terutama Amerika Serikat dan saat ini hanya dipraktekkan oleh perkumpulan-perkumpulan khusus saja. Saat ini sudah hampir tidak ada lagi jenis permainan ini di casino-casino terkenal dunia. 

Di permainan ini, Nick sangat percaya diri dan sangat tidak mengherankan ketika dirinya mampu mendapatkan suntikan dana dari Carl Laemmle, seorang produser film untuk membantunya secara finansial dalam sebuah turnamen FARO yang berlangsung selama tiga bulan. Namun sekali lagi, dewi keberuntungan agaknya masih menjauh dari Nick yang mengakhiri permainan dengan kekalahan dan menghabiskan seluruh dana dari Carl Laemmle. 

Tak berapa lama, Nick kembali mendapatkan ajakan untuk bermain kartu Poker oleh sesama petaruh profesional lainnya, Ray Ryan. Mereka bermain selama 15 hari berturut-turut sebelum akhirnya sepakat untuk mengakhiri permainan. Endingnya adalah Nick kembali menelan kekalahan sebesar $ 500.000 dalam sebuah pertandingan yang awalnya dianggap akan menjadi kemenangan mudah untuk dirinya. Setelah melakukan investigasi, Nick akhirnya menyadari bahwa dirinya telah dicurangi oleh Ray Ryan.

Ray menyewa seseorang untuk berada di atap tempat berlangsungnya permainan dan melihat seluruh kartu yang dimiliki oleh Nick dan memberikan informasinya kepada Ray melalui transmiter kecil yang berada di baju Ray.

Bekerjasama dengan Mafia untuk mendapatkan bantuan keuangan 

Kejadian buruk yang dialaminya ketika bertaruh melawan Ray Ryan tersebut, mengubah pandangannya dalam permainan kartu. Dirinya selalu merasa was-was akan terulangnya kejadian dicurangi tersebut. Lagipula kejadian dicuranginya dirinya oleh Ray Ryan tersebut sangat tidak diterima oleh Nick Dandolos yang kemudian menghubungi teman lamanya seorang Mafia terkenal bernama Caifano.

Walau hanya bertinggi lima inchi, Caifano sangat mengintimidasi, dirinya sangat terkenal dikalangan dunia hitam sebagai The Enforcer atau sang penegak. Tanpa ragu atau basa basi, Caifano dan koleganya menyerang dan mengintimidasi Ray Ryan dan menakut-nakutinya untuk mengembalikan uang kemenangan yang diperolehnya kepada Nick Dandolos. Kejadian ini mengakibatkan Caifano ditangkap polisi dan dihukum di penjara selama 10 tahun atas kasus kekerasan dan penggelapan. Rumor berhembus kalau Nick akhirnya mendapatkan seluruh uangnya dari Ray Ryan dan sejak saat itu tak ada lagi petaruh yang berani untuk mencuranginya.

Kemungkinan memiliki Hubungan dengan Albert Einstein

Orang-orang yang mengenal Nick Dandolos mengaku sangat takjub dan terpesona oleh kemampuannya dalam menilai orang lain. Rumor kemudian berhembus yang mengatakan kalau penemu relativitas terkenal, Albert Einstein merupakan teman dari Nick Dandolos. Kabar ini bermula ketika Albert Einstein mengunjungi Las Vegas untuk pertama kalinya. Dikatakan bahwa Nick Dandolos lah yang memberikan layanan tour keliling kota kepada Einstein. Untuk menghindari kejaran dari orang-orang kalau Einstein adalah seorang saintis, Nick mengatakan kalau Einstein sebagai “Little Al from Princeton,” dan orang-orang perlu takut pada dirinya karena mengontrol penuh New Jersey. Memang cerita ini masih perlu dibuktikan kebenarannya, namun satu hal yang pasti bahwa Einstein memang mendatangi Las Vegas saat cutinya tepat pada saat Nick Dondolos berada di sana.

Hari-Hari terakhirnya



Nick Dondolos tak pernah menikah sepanjang hidupnya. Dirinya adalah seorang yang jujur dan tak ragu untuk menyumbangkan kekayaannya kepada orang lain. Sepanjang hidupnya dia telah menyumbang total $20 juta kepada sebuah yayasan kemanusiaan dan Aman Main Judi. Jumlah tersebut belum lagi sumbangan langsungnya kepada pribadi-pribadi yang membutuhkan bantuan keuangan. Ketika dirinya meninggal dunia pada tanggal 25 Desember 1966, banyak orang mendatangi kuburannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepadanya. 

Setelah kematiannya, Collier Magazine mempublikasikan sebuah artikel khusus tentang hidup Nick The Greek. Dalam ulasannya membuka tabir kalau selama ini Nick Dondolos telah melakukan berbagai tidakan kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada yayasan, serta bantuan langsung kepada yang membutuhkan bantuan finansial yang jika ditotal bernilai $50 juta. Kabar ini menjadikan dirinya mendapatkan julukan baru bagi penduduk Amerika sebagai “The King of All Gamblers.”

Literatur Nick Dondolos

Kehidupan Nick dan legendanya telah menginspirasi banyak buku-buku terkenal yang dapat anda baca hari ini. Seorang penulis bernama Ted Thackrey menulis sebuah buku berjudul Gambling Secrets of Nick the Greek pada tahun 1968, yang berisikan seluruh strategi dalam bermain judi ala Nick Dondolos hingga memperoleh jutaan Dollar. Oleh Amazon, buku ini diberikan rating 4,5 dari 5 dan salah satu pembaca buku ini memberikan komentarnya tentang buku ini sebagai 

" There are huge similarities between gambling and investment and this book will give you insights into practical gambling (or financial trading) tactics. The book is well written and I guess also informative for the novice gambler about the importance of knowing probabilities and odds in various games. Enjoy your reading.”

Comments

Popular posts from this blog

Wild Bill Hickok : Anti Perbudakan Yang Dikenal Sebagai Pemain Poker Kenamaan dari Illinois

Brian Molony : Petaruh Sejati Asal Kanada